Simple Object Access
Protocol
(SOAP)
Dosen
Pengampu:
Reza
Maulana, S. Kom., M. T.
Oleh:
Meiling
Wongso (51013020)
Monica
Kong Lestari (51013021)
PROGRAM
STUDI SISTEM INFORMASI STRATA SATU
SEKOLAH
TINGGI ILMU MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER KHARISMA MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Simple Object Access Protocol (SOAP) ini dengan baik meskipun
banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak
Reza Maulana, S. Kom., M. T.
selaku dosen mata kuliah Arsitektur Enterprise yang telah memberikan
tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Arsitektur
Enterprise dalam Simple Object Access
Protocol (SOAP). Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami memohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
Makassar, 2016
Kelompok 3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................. i
Daftar Isi........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang............................................................................ 1
1.2.
Rumusan Masalah...................................................................... 2
1.3.
Tujuan........................ ................................................................ 2
1.4.
Manfaat....................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1.
Simple Object Access Protocol (SOAP)...................................... 4
2.2 Pesan SOAP................................................................................ 7
2.3.
SOAP Melalui Protokol HTTP...................................................... 9
2.4.
Keuntungan dan Kerugian SOAP................................................ 11
BAB III PENUTUP
3.1.
Kesimpulan................................................................................. 13
Daftar
Pustaka................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Teknologi Informasi
saat ini mengalami perkembangan yang signifikan. Beragam aspek kehidupan terasa
sangat mudah dengan perkembangan teknologi informasi. Hal ini sudah dirasakan
oleh berbagai pihak bahwa teknologi informasi adalah hal yang sulit dipisahkan
dari pekerjaan sehari – hari.
Dalam
kehidupan sehari – hari, informasi cepat dan tepat yang diperlukan oleh
masyarakat luas sehingga untuk mengkomunikasikan data – data tersebut
dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengkomunikasikan data teks maupun gambar.
Saluran seperti Short Message Service
(SMS) dan Multimedia Message Service
(MMS) sudah tidak mungkin digunakan dalam penyelesaian masalah ini.
Sehingga teknologi yang tepat digunakan adalah teknologi webservice.
Teknologi
web service yang digunakan harus
disesuaikan dengan keterbatasan teknologi jaringan seluler. Salah satu protokol
yang didukung jaringan seluler adalah HyperText
Transfer Protocol (HTTP). Untuk mempermudah perkembangan dan pemeliharaan
sistem yang dibangun, webservice yang
dikembangkan harus mengacu pada standar yang ada, salah satunya yaitu standar Simple Object Access Protocol.
SOAP (Simple Object Access Protocol) merupakan istilah standar yang
digunakan untuk pertukaran data berbasis XML melalui sebuah jaringan computer
atau pada suatu system operasi untuk dapat berkomunikasi dengan program yang
ada pada OS yang sama maupun berbeda menggunakan protocol HTTP dan XML sebagai mekanisme
pertukaran data.
Peran
SOAP di dalam teknologi web service
adalah sebagai protokol pemaketan pesan (messages) yang digunakan secara
bersama oleh aplikasi – aplikasi penggunanya.
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka kami akan
membahas lebih rinci mengenai Simple Object Access Protocol (SOAP).
1.2. Rumusan
Masalah
Dari
uraian diatas, terdapat beberapa rumusan masalah yang dapat diidentifikasi
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
pemanfaatan komunikasi menggunakan teknologi web service dengan standar Simple
Object Access Protocol (SOAP)?
2. Apa
kekurangan dan kelebihan dari teknologi web
service yang berbasis pada standar Object
Access Protocol (SOAP)?
1.3.
Tujuan
Dari uraian diatas, terdapat beberapa tujuan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
Dari uraian diatas, terdapat beberapa tujuan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui seberapa besar manfaat penggunaan komunikasi menggunakan teknologi web service yang berbasis standar Simple
Object Access Protocol (SOAP).
2.Untuk
mengetahui kekurangan dan kelebihan dari teknologi webservice yang berbasis pada standar Object Access Protocol (SOAP).
1.4.
Manfaat
Dari uraian diatas,
terdapat beberapa manfaat yang dapat
diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Bagi
penulis, melalui makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan
mengenai ilmu Teknologi Informasi khususnya Simple Object Access Protocol
(SOAP).
2. Bagi
pihak lain, penulis berharap makalah ini dapat dijadikan bahan referensi untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan serta sebagai tambahan kajian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Simple
Object Access Protocol (SOAP)
Simple Object Access
Protocol (SOAP) adalah sebuah standarisasi dasar dari protocol komunikasi untuk
saling bertukar informasi terstruktur diantara aplikasi – aplikasi yang
berjalan. Tujuan dari SOAP adalah untuk memungkinkan sebuah cara yang standar
dalam pertukaran informasi yang bersifat tekstual diantara client – client dan
aplikasi – aplikasi yang berjalan di internet. SOAP menyediakan sebuah method
yang standar dalam melakukan encoding data ke dalam format yang bersifat portable,
walaupun pada dasarnya spesifikasi SOAP 1.0 hanya mengizinkan transmisi melalui
protokol HTTP, akan tetapi sejak SOAP 1.1 protokol – protokol transportasi
lainnya juga didukung oleh FTP dan SMTP.
SOAP merupakan sebuah
aplikasi pesan XML yang sangat bergantung pada skema XML dan XML namespace
untuk mendefinisikannya. SOAP juga sangat bergantung dengan beberapa protokol
lainnya seperti HTTP, JMS, RPC untuk transmisi pesan.
SOAP sangat efektif untuk
berbagai macam aplikasi multi tier untuk berkomunikasi lintas sistem
operasi/platform yang berbeda dengan teknologi dan bahasa pemrograman yang
berbeda – beda pula.
SOAP menjadi sangat mudah diterima oleh berbagai
pihak terutama oleh vendor IT. Hal ini disebabkan protokol ini memanfaatkan
berbagai teknologi yang sudah ada sebelumnya dan sudah banyak digunakan.
Misalnya untuk protokol transport, yang paling banyak digunakan adalah HTTP,
walaupun dimungkinkan untuk menggunakan protokol transport lainnya. Sedangkan untuk
format data atau message digunakan XML yang tidak diragukan lagi manfaat dan
perannya didalam pertukaran data.
Peran SOAP didalam teknologi
web service adalah sebagai protokol pemaketan untuk pesan – pesan (messages)
yang digunakan secara bersama oleh aplikasi – aplikasi penggunanya. Spesifikasi
yang digunakan tidak lebih seperti sebuah amplop biasa berbasis XML untuk
informasi yang ditransfer, serta sekumpulan aturan bagi translasi aplikasi dan
tipe – tipe data platform yang spesifik menjadi bentuk UML. Desain bentuk dari
SOAP membuatnya cocok untuk berbagai pertukaran pesan pada aplikasi.
Adapun arsitektur yang digunakan dalam SOAP
memiliki kemiripan dengan arsitektur Web Services yang diilustrasikan
pada gambar berikut ini.
Gambar 2.1 Arsitektur SOAP
Ilustrasi
pada Gambar 2.1.
menerangkan bahwa arsitektur SOAP memiliki 3 (tiga) komponen utama dalam melakukan
proses layanannya yaitu:
a. Service Provider, sebuah node di network sebagai
jasa layanan fungsional (services)
yang dapat digunakan oleh Service Requester.
b. Service Requester, merupakan aplikasi
yang menggunakan protokol SOAP Messages
sehingga dapat berkomunikasi dengan Services Provider.
c. Service Broker, adalah perantara
yang menyediakan layanan untuk penemuan
dan penjelasan layanan publik secara terstruktur dan terintegrasi, hal ini bisa diumpamakan sebagai
katalog layanan.
Selain komponen utama, untuk menggunakan
arsitektur SOAP diperlukan komponen pendukung yang merupakan dasar
terbentuknya mekanisme kerja Web Services. Komponen pendukung tersebut adalah
(Pedoman Interoperabilitas, 2008):
a. Extensible Markup Language (XML),
adalah sebuah bahasa universal yang
dapat mempersatukan persepsi terhadap suatu informasi yang
digunakan dalam
pertukaran informasi.
b. SOAP-Envelope (SOAP-XML), merupakan sebuah
paket terstruktur dalam format standar dokumen berbentuk XML
yang digunakan untuk melakukan proses request dan response antara
Web Services dengan aplikasi yang memanggilnya.
c. Web Service Description Language (WSDL),
adalah sebuah dokumen XML yang isinya menjelaskan informasi rinci
sebuah Web Services berupa daftar fungsi (method), parameter yang
diperlukan untuk menggunakan fungsi dan tipe data hasil
penggunaan fungsi
d. Universal
Description, Discovery and Integration (UDDI), merupakan suatu registry service bersifat universal yang digunakan
untuk mendaftarkan atau mengumpulkan (agregasi) dan
menemukan penyedia Web Services.
2.2.
Pesan
SOAP
Pesan SOAP menurut Cerami
(2002) merupakan sebuah dokumen XML well-formed
yang terdiri dari elemen <Envelope> yang berisi header dan <Body> yang berisi payload (data yang
telah dikirim) dan informasi kegagalan.
Gambar 2.2 struktur pesan SOAP
1. Envelope
Setiap
pesan memiliki elemen root yang disebut dengan envelope. Berbeda dengan format
lainnya seperti HTML dan XML, SOAP tidak menggunakan model versi tradisional
dengan menggunakan nomor versi (contoh HTML 4.01), akan tetapi SOAP menggunakan
namespace sebagai pembeda versi. Namespace yang digunakan untuk mendefinisikan Setiap
pesan memiliki elemen root yang disebut dengan envelope. Berbeda dengan format
lainnya seperti HTML dan XML, SOAP tidak menggunakan model versi tradisional
dengan menggunakan nomor versi (contoh HTML 4.01), akan tetapi SOAP menggunakan
name space sebagai pembeda versi. Namespace yang digunakan untuk mendefinisikan.
2. Header
Elemen header bersifat opsional. Elemen ini menawarkan kerangka kerja yang fleksibel untuk menspesifikasikan kebutuhan aplikasi. Sebagai contoh,elemen header dapat digunakan untuk menspesifikasikan digital signature, atau menyimpan nomor digital pay-per-use SOAP service. Header menyediakan mekanisme terbuka untuk autentifikasi, manajemen transaksi, dan otorisasi pembayaran.
Elemen header memiliki dua atribut yaitu:
v Atribut actor
Protokol SOAP menetapkan path pesan dalam daftar node service SOAP. Dengan atribut actor, client dapat menentukan penerima header SOAP
Elemen header bersifat opsional. Elemen ini menawarkan kerangka kerja yang fleksibel untuk menspesifikasikan kebutuhan aplikasi. Sebagai contoh,elemen header dapat digunakan untuk menspesifikasikan digital signature, atau menyimpan nomor digital pay-per-use SOAP service. Header menyediakan mekanisme terbuka untuk autentifikasi, manajemen transaksi, dan otorisasi pembayaran.
Elemen header memiliki dua atribut yaitu:
v Atribut actor
Protokol SOAP menetapkan path pesan dalam daftar node service SOAP. Dengan atribut actor, client dapat menentukan penerima header SOAP
v Atribut
Must Understand
Menunjukkan
apakah elemen header bersifat wajib atau opsional. Jika diisi true, maka
penerima pesan harus menjalankan proses pada header.
3. Body
Elemen body harus ada dalam setiap pesan SOAP. Body berisi informasi yang dikirim untuk penerima SOAP terakhir dalam urutan penerima SOAP. Jika SOAP digunakan pada suatu fungsi, maka elemen body pada pesan SOAP minimal memuat penjelasan fungsi tersebut.
4. Fault
Jika terjadi kesalahan, maka elemen body akan menyertakan elemen fault. Sub elemen fault terdiri dari faultCode, faultString,faultActor, dan detail .
SOAP tidak terikat
pada salah satu transport protokol saja, sehingga SOAP dapat diangkut melalui
SMTP, FTP (File Transfer Protocol), MQSeries, atau MSMQ (Microsoft Message
Queuing). Akan tetapi HTTP merupakan protocol transport yang paling umum
digunakan untuk mengangkut SOAP. Hal ini dikarenakan HTTP merupakan protokol
yang paling sering digunakan, terutama dalam internet.
Elemen body harus ada dalam setiap pesan SOAP. Body berisi informasi yang dikirim untuk penerima SOAP terakhir dalam urutan penerima SOAP. Jika SOAP digunakan pada suatu fungsi, maka elemen body pada pesan SOAP minimal memuat penjelasan fungsi tersebut.
4. Fault
Jika terjadi kesalahan, maka elemen body akan menyertakan elemen fault. Sub elemen fault terdiri dari faultCode, faultString,faultActor, dan detail .
Tabel 2.1 Sub elemen Fault (Cerami, 2002)
Contoh Pesan SOAP :
Gambar 2.3 Contoh Pesan SOAP
2.3.
SOAP Melalui Protokol HTTP
Gambar
2.4 Ilustrasi SOAP HTTP Request-Response
Permintaan
SOAP dikirim melalui HTTP request dan respon SOAP dikembalikan kedalam isi
sebuah HTTP response. Pesan SOAP biasanya menggunakan HTTP POST dibandingkan
HTTP GET, karena kebanyakan server membatasi jumlah karakter pada permintaan
HTTP GET.
Contoh HTTP Request yang mengandung SOAP message :
Contoh HTTP Request yang mengandung SOAP message :
Gambar 2.5 HTTP Request yang mengandung SOAP message
Berikut adalah contoh HTTP
Response yang
mengandung SOAP Message :
Gambar 2.6 HTTP Response yang mengandung SOAP message
HTTP
request dan response harus merubah isi pesan menjadi XML. Disamping itu, client
harus menentukan header SOAPAction. Header SOAPAction menyimpan URI (Uniform
Resource Identifier) server untuk menentukan tujuan request. Hal ini
memungkinkan penentuan sumber SOAP request dengan cepat tanpa memeriksa payload
pesan SOAP. Biasanya header ini digunakan oleh aplikasi firewall sebagai sebuah
mekanisme untuk menolak SOAP request atau mengirim pesan SOAP ke server
tertentu (Cerami, 2002).
2.4.
Keuntungan
dan Kekurangan SOAP
Keuntungan
SOAP :
1.SOAP
cukup fleksibel untuk memungkinkan
penggunaan protocol yang berbeda. HTTP menjadi
sebagai standar protocol, tetapi protocol lain seperti SMTP juga
dapat digunakan
2.SOAP
dapat dengan mudah melewati
firewall dan proxy yang
ada, tanpa modifikasi pada protocol
SOAP dan dapat menggunakan
infrastruktur yang ada.
3.SOAP dapat dilaksanakan dalam bahasa apapun dan
dapat dijalankan di platform manapun
4. Format
yang sederhana dan dapat dikembangkan
Kekurangan
SOAP :
1.SOAP
lebih lambat dibandingkan dari
model-model messaging web service lainnya, karena dibutuhkan waktu untuk parsing XML tersebut
karena harus di kedua pihak melakukannya (pengirim dan penerima pesan).
2.Walaupun
sederhana, pesannya dapat panjang karena kebutuhannya untuk mengemasnya dalam
bentuk SOAP envelope
3.Walaupun
SOAP standart yang terbuka, tidak semua bahasa mendukung dengan baik. Yang
terbaik untuk mendukung SOAP adalah JAVA, .Net, dan Flex.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Web Service berstandar Simple Object Access Protocol (SOAP) sangat tepat digunakan untuk meng komunikasikan data karena SOAP sangat efektif untuk
berbagai macam aplikasi multi tier untuk berkomunikasi lintas sistem
operasi/platform yang berbeda dengan teknologi dan bahasa pemrograman yang
berbeda – beda pula serta SOAP memanfaatkan berbagai teknologi yang sudah ada
sebelumnya dan sudah banyak digunakan. SOAP
erat kaitannya dengan XML sebagai format message yang digunakan dalam
berkomunikasi dan biasanya bekerja berdasarkan protocol yang ada pada
Application Layer, dan berhubungan dengan HTTP dan SMTP untuk pertukaran
informasi dan transmisinya. Dan juga dapat dibaca oleh mata manusia karena
terdapat fasilitas error detection serta tidak memiliki masalah
interoperabilitas antar OS namun memiliki kekurangan yaitu kecepatan pemrosesan
yang lebih lambat dan rumit. Secara garis besar dibangun berdasarkan konsep XML, karena lebih banyak
digunakan oleh perusahaan besar dan banyak digunakan pada pengembangan
aplikasi-aplikasi berbasis open source.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Rama
Rantedoping(2009). “Sinkronisasi Data
Antara Single Sign On Ugm dengan Direktorat Administrasi Akademik UGM
Menggunakan Web Service”. Universitas Gadjah Mada Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Yogyakarta.
[2] Djoni Haryadi Setiabudi, Irwan Kristanto Julistiono
(2005). “Pengujian Penggunaan Simple
Object Access Protocol (SOAP) pada Remote Procedure Call (RPC)”. Jurnal Teknik Elektro Vol. 5, No. 1, pp 38 – 44.
[3] Muhammad Zulficar (2013).”Implementasi Cloud
Computing dengan SOA(Service Oriented
Architecture) Pada Sistem Informasi Akademik”. Universitas Dian
Nuswantoro.
[4] Didi Sukyadi
(2009).”Model interoperabilitas Sistem Informasi Layanan
publik (Studi Kasus : E-Government)”.Fasilkom Universitas Indonesia.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar