Jumat, 17 Juni 2016

Makalah

Simple Object Access Protocol
(SOAP)
Dosen Pengampu:

Reza Maulana, S. Kom., M. T.
Oleh:
Meiling Wongso               (51013020)
Monica Kong Lestari        (51013021)

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STRATA SATU
SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER KHARISMA MAKASSAR
2016






KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Simple Object Access Protocol (SOAP) ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak Reza Maulana, S. Kom., M. T. selaku dosen mata kuliah Arsitektur Enterprise yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Arsitektur Enterprise dalam Simple Object Access Protocol (SOAP). Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Makassar,   2016

Kelompok 3




DAFTAR ISI
    Kata Pengantar.................................................................................. i
    Daftar  Isi........................................................................................... ii

    BAB I PENDAHULUAN
    1.1. Latar Belakang............................................................................ 1
    1.2. Rumusan Masalah...................................................................... 2
    1.3. Tujuan........................ ................................................................ 2
    1.4. Manfaat....................................................................................... 3

    BAB II PEMBAHASAN
    2.1. Simple Object Access Protocol (SOAP)...................................... 4
    2.2  Pesan SOAP................................................................................ 7
    2.3. SOAP Melalui Protokol HTTP...................................................... 9
    2.4. Keuntungan dan Kerugian SOAP................................................ 11

    BAB III PENUTUP
    3.1. Kesimpulan................................................................................. 13
    Daftar Pustaka................................................................................... 14



BAB I
PENDAHULUAN
           1.1.   Latar Belakang 

Teknologi Informasi saat ini mengalami perkembangan yang signifikan. Beragam aspek kehidupan terasa sangat mudah dengan perkembangan teknologi informasi. Hal ini sudah dirasakan oleh berbagai pihak bahwa teknologi informasi adalah hal yang sulit dipisahkan dari pekerjaan sehari – hari.
Dalam kehidupan sehari – hari, informasi cepat dan tepat yang diperlukan oleh masyarakat luas sehingga untuk mengkomunikasikan data – data tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengkomunikasikan data teks maupun gambar. Saluran seperti Short Message Service (SMS) dan Multimedia Message Service (MMS) sudah tidak mungkin digunakan dalam penyelesaian masalah ini. Sehingga teknologi yang tepat digunakan adalah teknologi webservice.
Teknologi web service yang digunakan harus disesuaikan dengan keterbatasan teknologi jaringan seluler. Salah satu protokol yang didukung jaringan seluler adalah HyperText Transfer Protocol (HTTP). Untuk mempermudah perkembangan dan pemeliharaan sistem yang dibangun, webservice yang dikembangkan harus mengacu pada standar yang ada, salah satunya yaitu standar Simple Object Access Protocol.
SOAP (Simple Object Access Protocol) merupakan istilah standar yang digunakan untuk pertukaran data berbasis XML melalui sebuah jaringan computer atau pada suatu system operasi untuk dapat berkomunikasi dengan program yang ada pada OS yang sama maupun berbeda menggunakan protocol HTTP dan XML sebagai mekanisme pertukaran data.
Peran SOAP di dalam teknologi web service adalah sebagai protokol pemaketan pesan (messages) yang digunakan secara bersama oleh aplikasi – aplikasi penggunanya.
Berdasarkan latar belakang di atas,  maka kami akan membahas  lebih rinci mengenai Simple Object Access Protocol (SOAP).
          1.2.      Rumusan Masalah
      
           Dari uraian diatas, terdapat beberapa rumusan masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1.  Bagaimana pemanfaatan komunikasi menggunakan teknologi web service dengan standar Simple  Object Access Protocol (SOAP)?
2.  Apa kekurangan dan kelebihan dari teknologi web service yang berbasis pada standar Object Access Protocol (SOAP)?
          1.3.        Tujuan
             Dari uraian diatas, terdapat beberapa tujuan  yang dapat diidentifikasi adalah sebagai  berikut:
 1. Untuk mengetahui seberapa besar manfaat penggunaan komunikasi menggunakan teknologi web service yang berbasis standar Simple Object Access Protocol (SOAP).
 2.Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari teknologi webservice yang berbasis pada standar Object Access Protocol (SOAP).
1.4.        Manfaat
   Dari uraian diatas, terdapat beberapa manfaat  yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
    1. Bagi penulis, melalui makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai ilmu Teknologi Informasi khususnya Simple Object Access Protocol (SOAP).
    2. Bagi pihak lain, penulis berharap makalah ini dapat dijadikan bahan referensi untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan serta sebagai tambahan kajian.



BAB II
PEMBAHASAN

  2.1.        Simple Object Access Protocol (SOAP)
Simple Object Access Protocol (SOAP) adalah sebuah standarisasi dasar dari protocol komunikasi untuk saling bertukar informasi terstruktur diantara aplikasi – aplikasi yang berjalan. Tujuan dari SOAP adalah untuk memungkinkan sebuah cara yang standar dalam pertukaran informasi yang bersifat tekstual diantara client – client dan aplikasi – aplikasi yang berjalan di internet. SOAP menyediakan sebuah method yang standar dalam melakukan encoding data ke dalam format yang bersifat portable, walaupun pada dasarnya spesifikasi SOAP 1.0 hanya mengizinkan transmisi melalui protokol HTTP, akan tetapi sejak SOAP 1.1 protokol – protokol transportasi lainnya juga didukung oleh FTP dan SMTP.
SOAP merupakan sebuah aplikasi pesan XML yang sangat bergantung pada skema XML dan XML namespace untuk mendefinisikannya. SOAP juga sangat bergantung dengan beberapa protokol lainnya seperti HTTP, JMS, RPC untuk transmisi pesan.
SOAP sangat efektif untuk berbagai macam aplikasi multi tier untuk berkomunikasi lintas sistem operasi/platform yang berbeda dengan teknologi dan bahasa pemrograman yang berbeda – beda pula.
SOAP menjadi sangat mudah diterima oleh berbagai pihak terutama oleh vendor IT. Hal ini disebabkan protokol ini memanfaatkan berbagai teknologi yang sudah ada sebelumnya dan sudah banyak digunakan. Misalnya untuk protokol transport, yang paling banyak digunakan adalah HTTP, walaupun dimungkinkan untuk menggunakan protokol transport lainnya. Sedangkan untuk format data atau message digunakan XML yang tidak diragukan lagi manfaat dan perannya didalam pertukaran data.
Peran SOAP didalam teknologi web service adalah sebagai protokol pemaketan untuk pesan – pesan (messages) yang digunakan secara bersama oleh aplikasi – aplikasi penggunanya. Spesifikasi yang digunakan tidak lebih seperti sebuah amplop biasa berbasis XML untuk informasi yang ditransfer, serta sekumpulan aturan bagi translasi aplikasi dan tipe – tipe data platform yang spesifik menjadi bentuk UML. Desain bentuk dari SOAP membuatnya cocok untuk berbagai pertukaran pesan pada aplikasi.
Adapun arsitektur yang digunakan dalam SOAP memiliki kemiripan dengan arsitektur Web Services yang diilustrasikan pada gambar berikut ini.
Gambar 2.1  Arsitektur SOAP
Ilustrasi pada Gambar 2.1. menerangkan bahwa arsitektur SOAP memiliki 3 (tiga) komponen utama dalam melakukan proses layanannya yaitu:

a. Service Provider, sebuah node di network sebagai jasa layanan fungsional (services) yang dapat digunakan oleh Service Requester.
b.  Service Requester, merupakan aplikasi yang menggunakan protokol SOAP Messages sehingga dapat berkomunikasi dengan Services Provider.
c.  Service Broker, adalah perantara yang menyediakan layanan untuk penemuan dan penjelasan layanan publik secara terstruktur dan terintegrasi, hal ini bisa diumpamakan sebagai katalog layanan.
Selain komponen utama, untuk menggunakan arsitektur SOAP diperlukan komponen pendukung yang merupakan dasar terbentuknya mekanisme kerja Web Services. Komponen pendukung tersebut adalah (Pedoman Interoperabilitas, 2008):
a.    Extensible Markup Language (XML), adalah sebuah bahasa universal yang dapat mempersatukan persepsi terhadap suatu informasi yang digunakan dalam pertukaran informasi.
b.  SOAP-Envelope (SOAP-XML), merupakan sebuah paket terstruktur dalam format standar dokumen berbentuk XML yang digunakan untuk melakukan proses request dan response antara Web Services dengan aplikasi yang memanggilnya.
c.    Web Service Description Language (WSDL), adalah sebuah dokumen XML yang isinya menjelaskan informasi rinci sebuah Web Services berupa daftar fungsi (method), parameter yang diperlukan untuk menggunakan fungsi dan tipe data hasil penggunaan fungsi
d. Universal Description, Discovery and Integration (UDDI), merupakan suatu registry service bersifat universal yang digunakan untuk mendaftarkan atau mengumpulkan (agregasi) dan menemukan penyedia Web Services.
     2.2.        Pesan SOAP
Pesan SOAP menurut Cerami (2002) merupakan sebuah dokumen XML  well-formed yang terdiri dari elemen <Envelope> yang berisi header dan  <Body> yang berisi payload (data yang telah dikirim) dan informasi kegagalan.
Gambar 2.2  struktur pesan SOAP

1.    Envelope
   Setiap pesan memiliki elemen root yang disebut dengan envelope. Berbeda dengan format lainnya seperti HTML dan XML, SOAP tidak menggunakan model versi tradisional dengan menggunakan nomor versi (contoh HTML 4.01), akan tetapi SOAP menggunakan namespace sebagai pembeda versi. Namespace yang digunakan untuk mendefinisikan Setiap pesan memiliki elemen root yang disebut dengan envelope. Berbeda dengan format lainnya seperti HTML dan XML, SOAP tidak menggunakan model versi tradisional dengan menggunakan nomor versi (contoh HTML 4.01), akan tetapi SOAP menggunakan name space sebagai pembeda versi. Namespace yang digunakan  untuk mendefinisikan.


2.    Header
    Elemen header bersifat opsional. Elemen ini menawarkan kerangka kerja yang fleksibel untuk menspesifikasikan kebutuhan aplikasi. Sebagai contoh,elemen header dapat digunakan untuk menspesifikasikan digital signature, atau menyimpan nomor digital pay-per-use SOAP service. Header menyediakan mekanisme terbuka untuk autentifikasi, manajemen transaksi, dan otorisasi pembayaran.
      Elemen header memiliki dua atribut yaitu:
 v  Atribut actor 
Protokol SOAP menetapkan path pesan dalam daftar node service SOAP. Dengan atribut actor, client dapat menentukan penerima header SOAP
    
     v  Atribut Must Understand 
    Menunjukkan apakah elemen header bersifat wajib atau opsional. Jika diisi true, maka penerima pesan harus menjalankan proses pada header.

3. Body 
Elemen body harus ada dalam setiap pesan SOAP. Body berisi informasi yang dikirim untuk penerima SOAP terakhir dalam urutan penerima SOAP. Jika SOAP digunakan pada suatu fungsi, maka elemen body pada pesan SOAP minimal memuat penjelasan fungsi tersebut.
4. Fault
Jika terjadi kesalahan, maka elemen body akan menyertakan elemen fault. Sub elemen fault terdiri dari faultCode, faultString,faultActor, dan detail .
 Tabel 2.1 Sub elemen Fault (Cerami, 2002)
Contoh Pesan SOAP :
Gambar 2.3 Contoh Pesan SOAP


2.3.      SOAP Melalui Protokol HTTP 
        SOAP tidak terikat pada salah satu transport protokol saja, sehingga SOAP dapat diangkut melalui SMTP, FTP (File Transfer Protocol), MQSeries, atau MSMQ (Microsoft Message Queuing). Akan tetapi HTTP merupakan protocol transport yang paling umum digunakan untuk mengangkut SOAP. Hal ini dikarenakan HTTP merupakan protokol yang paling sering digunakan, terutama dalam internet.

Gambar 2.4 Ilustrasi SOAP HTTP Request-Response

    Permintaan SOAP dikirim melalui HTTP request dan respon SOAP dikembalikan kedalam isi sebuah HTTP response. Pesan SOAP biasanya menggunakan HTTP POST dibandingkan HTTP GET, karena kebanyakan server membatasi jumlah karakter pada permintaan HTTP GET.
      Contoh HTTP Request yang mengandung SOAP message :


Gambar 2.5 HTTP Request yang mengandung SOAP message

     Berikut adalah contoh HTTP Response yang mengandung SOAP Message :

Gambar 2.6 HTTP Response yang mengandung SOAP message

   HTTP request dan response harus merubah isi pesan menjadi XML. Disamping itu, client harus menentukan header SOAPAction. Header SOAPAction menyimpan URI (Uniform Resource Identifier) server untuk menentukan tujuan request. Hal ini memungkinkan penentuan sumber SOAP request dengan cepat tanpa memeriksa payload pesan SOAP. Biasanya header ini digunakan oleh aplikasi firewall sebagai sebuah mekanisme untuk menolak SOAP request atau mengirim pesan SOAP ke server tertentu (Cerami, 2002).

2.4.      Keuntungan dan Kekurangan SOAP
Keuntungan SOAP : 
       1.SOAP cukup fleksibel untuk memungkinkan penggunaan protocol yang berbeda. HTTP menjadi sebagai standar protocol, tetapi protocol lain seperti SMTP juga dapat digunakan 
         2.SOAP dapat dengan mudah melewati firewall dan proxy yang ada, tanpa modifikasi pada protocol SOAP dan dapat menggunakan infrastruktur yang ada. 
      3.SOAP dapat dilaksanakan dalam bahasa apapun dan dapat dijalankan di platform manapun 
4. Format yang sederhana dan dapat dikembangkan
Kekurangan SOAP : 
    1.SOAP lebih lambat dibandingkan dari model-model messaging web service lainnya, karena dibutuhkan waktu untuk parsing XML tersebut karena harus di kedua pihak melakukannya (pengirim dan penerima pesan)
      2.Walaupun sederhana, pesannya dapat panjang karena kebutuhannya untuk mengemasnya dalam bentuk SOAP envelope 
    3.Walaupun SOAP standart yang terbuka, tidak semua bahasa mendukung dengan baik. Yang terbaik untuk mendukung SOAP adalah JAVA, .Net, dan Flex.







BAB III

PENUTUP
3.1.        Kesimpulan 
       Web Service berstandar Simple Object Access Protocol (SOAP) sangat tepat digunakan untuk meng komunikasikan data karena SOAP sangat efektif untuk berbagai macam aplikasi multi tier untuk berkomunikasi lintas sistem operasi/platform yang berbeda dengan teknologi dan bahasa pemrograman yang berbeda – beda pula serta SOAP memanfaatkan berbagai teknologi yang sudah ada sebelumnya dan sudah banyak digunakan. SOAP erat kaitannya dengan XML sebagai format message yang digunakan dalam berkomunikasi dan biasanya bekerja berdasarkan protocol yang ada pada Application Layer, dan berhubungan dengan HTTP dan SMTP untuk pertukaran informasi dan transmisinya. Dan juga dapat dibaca oleh mata manusia karena terdapat fasilitas error detection serta tidak memiliki masalah interoperabilitas antar OS namun memiliki kekurangan yaitu kecepatan pemrosesan yang lebih lambat dan rumit. Secara garis besar dibangun berdasarkan konsep XML, karena lebih banyak digunakan oleh perusahaan besar dan banyak digunakan pada pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis open source.





DAFTAR PUSTAKA

[1]   Rama Rantedoping(2009). “Sinkronisasi Data Antara Single Sign On Ugm dengan Direktorat Administrasi Akademik UGM Menggunakan Web Service”. Universitas Gadjah Mada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Yogyakarta.
[2]   Djoni Haryadi Setiabudi, Irwan Kristanto Julistiono (2005). “Pengujian Penggunaan Simple Object Access Protocol (SOAP) pada Remote Procedure Call (RPC)”. Jurnal Teknik Elektro Vol. 5, No. 1, pp 38 – 44.
[3]   Muhammad Zulficar (2013).”Implementasi Cloud Computing  dengan SOA(Service Oriented Architecture) Pada Sistem Informasi Akademik”. Universitas Dian Nuswantoro.
[4]   Didi Sukyadi (2009).Model interoperabilitas Sistem Informasi Layanan publik (Studi Kasus : E-Government)”.Fasilkom Universitas Indonesia.

    














               















Tidak ada komentar:

Posting Komentar